Cari Blog Ini

ANACARAKA

Pernah tahu anacaraka? kalo pernah SD ato SMP di Jawa / di Bali mungkin tahu. Anacaraka adalah abjad Jawa/Bali yang serupa tapi tak sama.
kalo di Bali ada 19 huruf (ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, ma, ga, ba, nga, pa, da, ja, ya, nya)

di Jawa ada 20 huruf (ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha,nga).
Yang kurang dari anacaraka di Bali abjad "Tha"..mungkin karena itu orang Bali gk bisa bilang Te' :)

Anyway...kenapa Anacaraka jadi pilihan nama??
Muncul dari kekaguman pada ANACARAKA itu sendiri yang menurut saya adalah satu-satunya abjad yang punya cerita di balik susunan hurufnya. Abjad anacaraka yang konon diciptakan oleh Raja Aji Saka, bercerita tentang 2 abdi beliau yang setia, dan terbunuh keduanya karena kesalahan penyampaian pesan.
menarik sekali... bagaimana pentingnya penyampaian sebuah pesan/informasi dengan benar. Nah sebagai production house yang berhubungan dengan media/informasi audio visual, cerita di balik anacaraka menjadi renungan pada misi kita untuk dapat menyampaikan pesan/ informasi audio visual secara "tepat" kreatif, efektif dan efisien:)
Arti harfiah anacaraka berarti abdi yang setia. Sebagai perusahaan jasa kita mengedepankan service yang prima, sesuai filsafat anacaraka : "Understanding Your Needs, Delivering Creative Solution, Communications for All"

Ini ceritanya selengkapnya...
anacaraka = ada abdi setia
data sawala = sama-sama membawa pesan
magabanga = keduanya tewas
pada jayanya = sama-sama saktinya

Pada suatu ketika Raja Aji Saka akan turun dari takhta dan berniat wanaprastha= menyepi diri ke hutan menjauhi keramaian dunia kalau istilah sekarang mungkin masa MPP = Masa Persiapan Pensiun kali ya, untuk menuju tahapbhiksuka=menjadi pendeta/brahmana yang mengabdi penuh pada dunia spiritual.
Nah dalam perjalanannya mencari tempat bertapa, Aji Saka di kawal oleh 2 abdinya yang setia bernama Dora dan Sembada.
Si Sembada kemudian diperintahkan kembali ke istana dan membawa keris pusaka sebagai simbol kepemimpinan beliau, dengan amanat : " jaga keris ini baik-baik, jangan jatuh ke tangan siapapun kecuali aku" . Singkat cerita setelah perjalanan jauh akhirnya Aji Saka dan Dora menemukan tempat pertapaan yang sesuai, beliau happy dan memerintahkan Dora menjemput Sembada ke Isatana sekaligus membawa keris yang dititipkan.
Kemudian bertemulah Dora dan Sembada di kerajaan, selesai salam-salaman dan peluk pelukan, Dora bilang ke Sembada "aku disuruh untuk menjemputmu sekaligus keris Prabu Aji Saka," tapi Sembada mempertanyakan "bukankah beliau berpesan kalau tidak boleh diserahkan ke siapapun?" Perdebatan mulai terjadi karna sama2 mempertahankan pesan/tugas yang berujung pada pertempuran sengit hingga keduanya tewas. Mengetahui hal ini Raja Aji Saka sangat terpukul dan menuliskan kisah itu dalam adjad yang dipakai hingga saat ini khususnya di Bali dan di Jawa yaitu ANACARAKA.
Cerita menjadi legenda dan legenda menjadi mitos, beragam versi cerita berkembang di masyarakat mengenai cerita di balik anacaraka. Terlepas dari perbedaan itu, poin kita : abjad anacaraka tidak sekedar abjad seperti latin atau lainya ( a,b,c,d..xyz) , ternyata ada cerita di balik susunanya dan mengandung hikmah tentang pentingnya sebuah pesan/informasi disampaikan dengan tepat.

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Mengenai Artikel Diatas
Komentar Anda Sangat Berarti Buat kami.
Terima Kasih Atas Partisipasi Anda

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.