Fadlilah Shalawat Bagi Pendosa

Sumber Ilmu - Fadlilah Shalawat Bagi Pendosa
Shalawat adalah bacaan yang sangat istimewa, dan sekian banyak guru saya, semuanya suka baca shalawat, dan kalau memberikan ijazah banyak yang suka memberi ijazah shalawat. pada suatu ketika saya pernah mengaji khusus mengenai shalawat dan Alhamdulillah saya banyak mendapatkan pelajaran yang sangat berharga mengenai Fadlilah Shalawat, dan diantaranya ialah Fadlilah Shalawat Bagi Orang yang Banyak Melakukan Dosa.
Mari kita mulai menyimak Firman firman Allah SWT di bawah ini:

 هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً

43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

 تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْراً كَرِيماً  

44. Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam . dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.
 
 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً  

45. Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan,
 
وَدَاعِياً إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجاً مُّنِيراً  

46. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. 

وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ اللَّهِ فَضْلاً كَبِيراً  

47. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu'min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
 
Ayat ayat diatas adalah salah satu ayat ayat yang menjelaskan kedudukan Rasullah SAW dan Sedikit mengenai Keutamaannya, dan mari kita berlanjut kepada Fadlilah Shalawat dan kita simak kisah berikut:
Pada suatu hari di Masjidil Haram seorang ulama besar Sufyan Ats-Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat tangan dan menurunkannya selalu membaca shalawat atas nabi.
Kemudian Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah meninggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya bershalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus?”
Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu.”
Kemudian Sufyan menjawab: “Saya adalah Sufyan ats Tsauri”.
Orang itu berkata: “Seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”. Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepala ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain.
Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran Anda, Allah menjadikanmuka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?”
Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa Al- Qur'an. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya,karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”.
Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih.

Sedangkan kisah diatas kalau menurut penjelasan KH. Amin Quthbi, Sang ayah meninggalnya di tengah perjalan saat akan melaksanakan Haji.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Waallahu a'alam. Wa Huwalhadiy 'ala Shirathal Mustaqim.

Akibat Mudah Mengatakan Bid'ah

Sumber Ilmu - Akibat Mudah Mengatakan Bid'ah
Berikut ini sebuah kisah nyata, dan kisah ini menyatakan kesalahan besar apabila tidak menjaga lisan dan tidak menjaga hati dengan gampang menuduh orang lain melakukan hal yang jelek dan menganggap amaliyah orang lain secara fikiran sempit dan tidak mengkaji terlebih dahulu apa dan kenapa amaliyah tersebut dilakukan.

Akibat Mudah Mengatakan Bid'ah

Suatu ketika seorang Habaib dari Hadlramaut (namanya saya lupa, jadi tidak saya tulis disini) ingin menunaikan ibadah haji dan berziarah ke Rasulullah SAW. Beliau berangkat dengan diiringi rombongan yang melepas kepergiannya.
Seorang Sulthan di Hadlramaut, kerabat Habib tersebut, menitipkan Al-Qur’an buatan tangan yang terkenal keindahannya di jazirah arab pada saat itu untuk disampaikan kepada raja Saudi.
Sesampai di Saudi, Habib tersebut disambut hangat karena statusnya sebagai tamu negara. Setelah berhaji, beliau ziarah ke makam Rasulullah SAW. Karena tak kuasa menahan kerinduannya kepada Rasulullah SAW, beliau memeluk turbah Rasulullah. Beberapa pejabat negara yang melihat hal tersebut mengingkari hal tersebut dan berusaha mencegahnya sambil berkata, “Ini bid’ah dan dapat membawa kita kepada syirik.”
Dengan penuh adab, Habib tersebut menurut dan tak membantah satu katapun. Beberapa hari kemudian, Habib tersebut diundang ke jamuan makan malam raja Saudi.
Pada kesempatan itu beliau menyerahkan titipan hadiah Al Quran dari Sulthan Hadlramaut. Saking girangnya dan dipenuhi rasa bangga, Raja Saudi mencium Al Qur’an tersebut!. Berkatalah sang Habib,
Jangan kau cium Qur’an tersebut… Itu dapat membawa kita kepada syirik!
Sang raja menjawab, “Bukanlah Al Qur’an ini yang kucium, akan tetapi aku menciumnya karena ini adalah KALAMULLAH!
Habib berkata, “Begitu pula aku, ketika aku mencium turbah Rasulullah, sesungguhnya Rasululullah-lah yang kucium! Sebagaimana seorang sahabat (Ukasyah) ketika menciumi punggung Rasulullah, tak lain adalah karena rasa cinta beliau kepada Rasulullah. Apakah itu syirik?!
Tercengang sang raja tak mampu menjawab. Kemudian Habib tersebut membaca beberapa bait syair Majnun Layla yang berbunyi,
"Marortu ‘alad diyaari diyaaro laila, Uqobbilu dzal jidaari wa dzal jidaaro Fa ma hubbud diyaar, syaghofna qolbi, Wa lakin hubbu man sakana diyaro
Aku melewati sebuah rumah, rumah si Layla # dan aku menciumi setiap dinding-dindingnya Bukankah karena aku mencintai sebuah rumah yg membuat hatiku hanyut dlm cinta akan tetapi karena cintaku kepada sang penghuni rumah.

Dengan kejadian ini Sang Raja sangatlah malu, apalagi cara penjelasan Sang Habib tidak rumit dan sangat masuk akal. jangankan orang 'alim, orang bodohpun faham dengan dalil seperti ini.
Hanya orang yang tidak mendapatkan hidayah saja yang tidak bisa memahami dalil dan hikmah kisah ini.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Waallahu a'alam. Wa Huwalhadiy 'ala Shirathal Mustaqim.

Dukung Blog Sumber Ilmu dan Baca Juga: Template SEO Friendly dan Cocok Buat Blog Religi

Template SEO Friendly dan Cocok Buat Blog Religi

Sumber Ilmu - Template SEO Friendly dan Cocok Buat Blog Religi
Blog Sumber Ilmu sekarang ini ganti template, karena sudah bosan dengan template yang sebelumnya, dan sekarang ini Blog Sumber Ilmu memakai Template yang dibuat oleh Mas Bamz dengan sedikit modifikasi dari saya, dan saya akan share disini siapa tahu saja ada yang berminat menggunakannya.
Template ini bukan hanya bagus, namun juga dengan menggunakan template ini anda juga membantu Blog Sumber Ilmu, karena di template B-SEO Sumber Ilmu ini saya sudah meletakkan link Sumber Ilmu, dengan begitu blog Sumber Ilmu mendapatkan Backlink dan juga bisa dikenal lebih banyak orang.
Hal ini salah satu cara agar kita saling mempromosikan blog pendidikan dan blog Islami yang berfaham ahlus sunnah wal jama'ah.
Bagi yang masih belum faham mengenai ahlus sunnah wal jama'ah silahkan baca saja di >> Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
dan bagi anda yang berminat menggunakan template B-SEO Sumber Ilmu ini silahkan klik disini
Dan saya ucapkan terima kasih banyak atas kesediaan anda menggunakan Template B-SEO Sumber Ilmu dan sekaligus membantu Blog Sumber Ilmu ini.

Menjelang Bulan Ramadlan Kirim-kiriman SMS Bagaimana Hukumnya?

Sumber Ilmu - Menjelang Bulan Ramadlan Kirim-kiriman SMS Bagaimana Hukumnya?
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Sudah menjadi tradisi menjelang Bulan Puasa Ramadlan Ummat Islam menyempatkan kirim SMS yang isinya menyambut Ramadlan, meminta maaf, atau sekedar ucapan Salam semata.
Menanggapi hal ini, saya pernah mencari mengenai dalil nash, namun saya tidak menemukan dalil yang langsung membahas hal seperti ini, apalagi zaman dulu memang belum ada HP, jadi tidak mungkin Rasulullah SAW ataupun Shahabat kirim-kiriman SMS, namun kalau cuma dalil yang menenjukkan kebolehannya sebenarnya ada, jadi kirim-kiriman SMS menjelang Bulan Ramadlan bukanlah sesuatu yang tercela. walaupun ada juga sebagian Ummat Islam yang berfikiran sempit dan fikirannya terdoktren dengan dalil bid'ah yang masih 'am (umum), sehingga apa apa yang tidak dilakukan Rasulullah SAW adalah bid'ah dan dilarang. padahal Islam itu tidak kaku, Islam juga tidak kolot. semua hal itu boleh-boleh saja dilakukan, asal sesuatu tersebut tidak bertentangan dengan peraturan dalam Islam itu sendiri.
Metode boleh tidak sama, namun tujuan dan illatnya harus sama.
Contohnya, kalau dulu orang beersedekah (Bershadaqah) kuda atau Unta, sekarang boleh bershadaqah motor atau mobil, karena tujuannya sama, yaitu bershadaqah, dan illatnya sama-sama kendaran.
Mengirim SMS menyambut Bulan Ramadlan atau meminta maaf melalui SMS menjelang Ramadlan tidak haram dan bukanlah pekerjaan bid'ah yang tercela, bahkan hal itu disarankan apabila dilihat dari dalil dalil Alqur'an dan Hadits, dan diantaranya bisa anda lihat di bawah ini:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 134)

فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

Maka maafkanlah dengan cara yang baik. (QS Al-Hijr: 85)
di 2 ayat diatas menunjukkan, bahwa kita sebagai muslim diperintahkan untuk bisa memaafkan orang yang berbuat tidak baik kepada kita, memaafkan orang yang meminta maaf pada kita.
dan ada banyak dalil yang menunjukkan perintah agar kita meminta maaf, meminta ampunan apabila kita melakukan kesalahan atau kejelekan. dengan dalil dalil tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa mengirim ucapan maaf atas salah, baik di Bulan Ramadlan, maupun diluar Bulan Ramadlan Hukum boleh bahkan disarankan. Wallahu a'lam

Menjelang Bulan Ramadlan BBM Naik dan Banyak Penimbunan BBM

Menjelang Bulan Ramadlan BBM Naik dan Banyak Penimbunan BBM dan hal ini sangat disayang,karena Naiknya BBM saja sudah sangat berat kepada rakyat,terutama masyarakat kelas menengah kebawah,selain itu sekarang ini kita akan menghadapi Bulan Ramadlan,yang mana dalam bulan ramadlan ummat islam dituntut untuk mempersiapkan banyak hal,baik kesehatan maupun ekonomi agar nantinya bisa melaksanakan ibadah lebih tenang dan lebih banyak beribadah tanpa terganggu dengan perekonomian,namun ternyata keadaan sekarang ini sungguh sangat memberatkan masyarakat kecil.dan saya juga sangat berharap kepada pemerintah untuk memberikan tindakan kepada para penjual,terutama Pom bensin yang ternyata saat ini banyak yang melakukan penimbunan.
Untuk mengetahui Hukum Penimbunan barang,baik itu makanan ataupun bensin silahkan anda baca "Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual"
Sekian sedikit Harapan saya kepada Pemerintah Indonesia.dan semoga masyarakat Indonesia,Khususnya kaum Muslimin Indonesia diberikan kekuatan dan ketabahan Oleh Allah SWT.Amin.

Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual

Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual
Karena Lagi Marak Penimbunan Barang termasuk penimbunan BBM saya akan membahas Hukum Menimbun Barang.
Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual
Para ulama sepakat bahwa “menimbun” (ihtikâr) hukumnya adalah dilarang (haram). Baik ulama dari madzhab Hanafiyah misalnya Ibnu ‘Abidin dalam karyanya Raddul Muhtâr atau az-Zailia’iy dalam karyanya Tabyînul Haqâiq, ulama Malikiyah misalnya dalam kitab al-Muntaqa ‘alal Muwattha atau al-Gharnathiy dalam karyanya al-Qawânîn al-Fiqhiyah, ulama Syafi’iyah misalnya al-Khathib al-Syirbiniy dalam karyanya Mughnil Muhtâj atau as-Syiraziy dalam karyanya al-Muhaddzab dan syarahnya yaitu kitab al-Majmû’ an-Nawawiy juga Zainuddin al-Malibbariy dalam Fathul Mu’în dan Syarahnya yaitu kitab I’ânatut Thâlibîn karya Muhammad Syatha ad-Dimyathiy, maupun ulama Hanabilah misalnya Ibnu Qudamah dalam karyanya al-Mughni.

Adapun dalil yang dijadikan landasan oleh para ulama tersebut adalah beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, diantaranya hadits yang diriwayatkan melalui Umar RA dimana Nabi SAW bersabda ;

الجالب مرزوق والمحتكر ملعون

Orang yang mendatangkan (makanan) akan dilimpahkan riskinya, sementara penimbun akan dilaknat

Juga hadits yang diriwayatkan melalui Mu’ammar al-‘Adwiy:

لا يحتكر الا خاطئ

Tidak akan menimbun barang, kecuali orang yang berbuat salah.

Hadits yang diriwayatkan melalui Ibn Umar:

من احتكر طعاماً أربعين ليلة، فقد برئ من الله ، وبرئ الله منه

Siapa menimbun makanan selama 40 malam, maka ia tidak menghiraukan Allah, dan Allah tidak menghiraukannya

Hadits yang diriwayatkan melalui Abu Hurairah :

مَنْ احْتَكَرَ حُكْرَةً يُرِيدُ أَنْ يُغْلِيَ بِهَا عَلَى الْمُسْلِمِينَ فَهُوَ خَاطِئٌ

Siapa menimbun barang dengan tujuan agar bisa lebih mahal jika dijual kepada umat Islam, maka dia telah berbuat salah.

Hadits Riwayat Ibnu Majah, dan sanadnya hasan menurut Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah

من احتكر على المسلمين طعامهم ضربه الله بالجذام والإفلاس” رواه ابن ماجة وإسناده حسن

Siapa yang suka menimbun makanan orang-orang Islam, maka Allah akan mengutuknya dengan penyakit kusta dan kebangkrutan. (HR Ibnu Majah, sanad hadit ini hasan)

Alasan hukum haramnya menimbun barang yang digunakan oleh para ulama adalah adanya kesengsaraan (al-madlarrah), dimana dalam menimbun ada praktek-praktek yang menyengsarakan (al-madlarrah) orang lain, yang hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan syari’at Islam yaitu menciptakan kemaslahatan (tahqîq al-mashâlih) dengan langkah mendatangkan kemanfa’atan (jalbul manfa’ah) dan membuang kesengsaratan (daf’ul madlarrah). Apalagi kalau diperhatikan perbuatan menimbun merupakan hanya berupaya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri diatas penderitaan orang lain.
Para ulama juga banyak pendapat, bahwa yang haram ditimbun bukan hanya barang/komoditi makanan pokok sehari-hari suatu penduduk saja, melainkan komoditi yang kalau hal tersebut sulit didapatkan maka hal itu bisa menyebabkan kesengsaraan bagi orang banyak. Malah ulama Malikiyah berpendapat bahwa haramnya menimbun tidak hanya pada bahan pokok saja melainkan semua barang. Dan dalam kitab Fathul Mu’in yang dinukil dari al-Ghazaly diistilahkan dengan “mâ yu’în ‘alaih” yaitu setiap komoditi/barang yang dibutuhkan.
Hanya saja sampai saat ini di Indonesia tidak ada peraturan hukum yang secara jelas mengatur tentang penimbunan. Sehingga penimbun BBM nyaris tidak ada yang dikenakan sanksi sebagaimana mestinya. Seperti beberapa penimbun BBM yang dijerat dengan Pasal 53 huruf d jo Pasal 23 ayat (2) huruf c UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas, misalnya kasus yang terjadi di Indramayu, Jawa Barat. Atau misalnya yang terjadi di Poso Sulawesi Tengah yang kasusnya sampai ke Mahkamah Agung akan tetapi putusan akhirnya pelaku terlepas dari segala tuntutan hukum dan barang bukti 134 drum minyak tanah dikembalikan kepada pelaku.
Lembaga Bahtsul Masail PBNU
Redaktur: Ulil Hadrawi
Sekian Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual
Semoga tulisan ini bermanfaat.

Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual,Hukum Penjualan Barang yang ditimbun untuk mendapatkan penghasilan yang besar,menimbun barang menunggu harga yang mahal,bagaimana hukumnya menimbun barang untuk dijual,haramkah menimbun barang,penjelasan hukum menimbun barang dagangan

Bagaimana Hukumnya Uang Gaji dari Pemerintah Indonesia?

Bagaimana Hukum Uang Gaji dari Pemerintah Indonesia
Pertanyaan ini dari orang yang menamakan dirinya dengan Hamba Allah yang Membutuhkan Jawaban
Pertanyaan:
Bagaimana Hukumnya Uang Gaji dari Pemerintah Indonesia?
saya pernah mendengar dari salah satu fatwa seorang Kiai yang menyatakan bahwa hukum uang gaji pemerintah adalah haram.
saya juga sudah keliling website untuk mencari jawaban tersebut,namun semua jawabannya yang diuraikan tidak memuaskan kepada saya,karena dalil dalil yang dipakai menurut saya tidak pas.
ada juga yang mengqias kepada Rasulullah SAW yang memakan suguhan hidangan dari orang yahudi,dan menghukumi uang dari pemerintah sebagai uang subhat.
Mohon penjelasannya.terima kasih buat ustadz yang mengurus Blog Sumber Ilmu.
Jawaban:
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas dukungan anda dan kepercayaan anda kepada saya untuk menjawab pertanyaan anda.
Memang uang pemerintah indonesia tidak bisa dikatakan uang subhat,karena subhat itu adalah sesuatu yang tidak ketahuan (tidak diketahui secara pasti dari mana dan bagaimana).sedangkan uang dari pemerintah indonesia sudah jelas berasal dari mana.
Uang Pemerintah Indonesia yang dijadikan gaji adalah uang dari hasil Pajak.Sedangkan Pajak di Indonesia itu bermacam macam,yaitu pajak dari hal yang halal,seperti pajak tanah,pajak mobil,pajak rumah dan lain lain.
Namun juga ada pajak dari hal yang haram,seperti pajak pabrik khamer,ternak babi,dan tempat tempat maksiat.
Melihat kejelasan uang yang dikumpulkan dari hasil pajak ini,kita tidak bisa lagi mengatakan uang tersebut adalah uang subhat,karena uang pemerintah sudah jelas jelas dari pajak,dan pajak tersebut bercampur dari yang halal dengan yang haram.maka hukum uang tersebut masuk kepada HARAM sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:
ما اجتمع الحلال والحرام إلا غلب الحرام الحلال
Tidak bercampur antara halal dan haram,Kecuali menang apa yang haram
dalam Qawaidul Fiqih juga ada pembahasan khusus mengenai hal ini.dan menurut ulama' tashawwuf juga mengharamkan uang yang datangnya dari pemerintah.
namun ada juga yang menghalalkan uang dari pemerintah,namun seperti alasan saudara "Hamba Allah yang Membutuhkan Jawaban" bahwa alasannya memang tidak begitu kuat dan terkesan dipaksa.selain itu ada juga dalil dalil yang ternyata pengqiasannya kurang cocok,karena yang dijadikan ibarat adalah negara negara yang tidak memungut pajak dari tempat tempat maksiat.
Untuk dalil yang memperbolehkan,mungkin anda bisa menghubungi Pengurus NU yang ada di daerah anda,atau silahkan kunjungi website NU.karena saya sendiri sampai saat ini masih belum menemukan dalil yang memperbolehkan/menghalalkan Uang Gaji Pemerintah Indonesia.
Sekian dari saya.terima kasih dan semoga bermanfaat.
hukum menerima uang pemerintah,bagaimana hukumnya uang gaji pemerintah indonesia,haramkah uang gaji,halalkah gaji pemerintah indonesia,bagaimana hukum memakan uang gaji pemerintah indonesia yang mana uangnya bercampur antara uang halal dan uang haram

Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?

Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?
Sebuah pertanyaan yang dilayangkan kepada saya kemaren saat saya membuka email.Saya sempat ternyenyum melihat pertanyaan seperti ini,dan saya kebingungan untuk memosting di Blog Sumber Ilmu ini,karena nanti akan banyak mendapat protes dari kalangan Wahhabiyun,sedangkan di Internet kaum Wahabilah yang lebih dominan daripada kaum Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah)
namun karena sampai 2x kali saya dikirimi pertanyaan yang sama,akhirnya saya coba posting saja,bagaimana jawaban saya mengenai Pertanyaan "Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?"
Pertanyaan: Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Kepada Admin beserta jajaran Admin Blog Sumber Ilmu yang Disayang Allah
Saya mau bertanya mengenai nama,karena di Blog Sumber Ilmu ada penjelasan pentingnya nama yang baik.
dengan nama yang baik dan bagus,maka penyandang nama bisa baik dan bagus juga,namun kenapa,Muhammad bin abdul wahhab tidak bagus,malah menjadi fitnah besar buat islam dan ummat muslim,padahal namanya sangat bagus?
Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan terima kasih banyak.
TTD:
Hamba Tuhan yang sangat Awam.
Jawaban:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Terima kasih kembali buat akhi Hamba Tuhan yang sangat Awam.dan saya mohon maaf atas jawaban saya yang sangat lambat ini.saya juga mohon maaf karena tidak bisa banyak memberikan penjelasan beserta dalil-dalil yang sangat shareh dikarenakan keterbatan pengetahuan saya dan keterbatasan referensi yang saya punya.
langsung saja kepada pertanyaan anda "Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?"
ada banyak kemungkinan kenapa nama yang baik ternyata tidak membuat si penyandang nama tidak baik seperti namanya,mungkin secara singkat seperti yang anda maksud.
nama yang baik memang tidak bisa menjamin orang itu baik,dan hal itu banyak penyebabnya.
1. nama itu doa.dan doa itu bisa makbul dan bisa mardud.
Mungkin saja orang yang mempunyai nama yang baik namun kenyataannya dia tidak baik dikarenakan,namanya tidak cukup sebagai penopang/pendorong untuk merubahnya menjadi orang yang baik,karena untuk menjadi orang yang baik,kita bukan hanya butuh nama yang baik,namun juga butuh hal hal yang lain.(dalam hal ini akan saya jelaskan dalam kesempatan yang lain).
2. Istitsna'
tiap tiap sesuatu itu biasanya ada Istitsna' (pengecualian)
Istitsna' itu bukan hanya ada dalam ilmu nahwu,ushul fiqih,ushulut tafsir dan ilmu-ilmu islam lainnya,namun juga ada di kehidupan nyata.
3. Ta'bir atau Tamtsil
Contoh atau perumpamaan bahwasanya tidak semua hal yang bagus akan selalu membawa kepada kebagusan,dengan begitu kita kan terus berhati-hati dan akan terus berusaha untuk menjadi baik/bagus.
Contoh Istitsna' dan Ta'bir: Kan'an Putra Nabi Nuh AS.
Mungkin untuk sementara ini,cukup sekian dari saya.semoga penjelasan saya ini bermanfaat.Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Benarkah SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI

Benarkah SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI
Mungkin anda yang suka membaca artikel mengenai agama islam dan mengenai agama-agama selain islam sudah pernah membaca sebuah penjelasan yang menyatakan bahwa Siddhartha Gautama adalah seorang muslim,dan ada pula yang menyetakan bahwa Siddhartha Gautama adalah Nabi Dzulkifli
Banyak bukti yang dinyatakan untuk mendukung kebenaran,bahwa Siddhartha Gautama adalah Nabi Dzulkifli,dan Pemikiran pemikiran serupa semakin banyak dan semakin menyebar.Dalam hal ini,kita sebagai Muslim tidak wajib untuk menyebarkan atau untuk mengimani,namun kalau mengimani nabi-nabi dan utusan-utusan Allah SWT kita sebagai Muslim haruslah mengimaninya.lalu bagaimana mengenai SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI?
Karena terlalu panjang penjelasannya mengenai bukti-bukti yang disampaikan oleh orang yang mempunyai pemikiran bahwasanya SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI.maka saya akan taruh artikelnya disini,dan silahkan anda baca dengan teliti dan silahkan anda pelajari sendiri.
Benarkah SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI
1. Menurut Abu’l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut sebagai Nabi yg mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti “orang yg berasal dari Kifl”.Sedangkan Kifl itu sendiri, masih menurut Kalam Azad, merupakan nama Arab untuk Kapila (singkatan dari Kapilavastu).
2. Buddha Maitreya yang dikenal dalam agama Buddha sebagai “Buddha yang akan datang” menurut beberapa analisa tidak lain adalah Nabi Muhammad saw. Dalam kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76 bisa ditemui: “There will arise in the world a Buddha named Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe“.
SIAPAKAH NABI ZULKIFLI?
Zulkifli bermaksud sanggup menjalankan amanah raja. Menurut cerita, raja di negeri itu sudah lanjut usia dan ingin mengundurkan diri daripada menjadi pemerintah, tetapi beliau tidak mempunyai anak.
Justeru, raja itu berkata di khalayak ramai:”Wahai rakyatku! Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada waktu malam. Selain itu, sentiasa bersabar ketika menghadapi urusan, maka akan aku serahkan kerajaan ini kepadanya.”
Tiada seorang pun menyahut tawaran raja itu. Sekali lagi raja berkata:”Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada malamnya serta sanggup bersabar?”
Sejurus itu, Basyar dengan suara yang lantang menyatakan kesanggupannya. Dengan keberanian dan kesanggupan Basyar melaksanakan amanah itu beliau diberi gelaran Zulkifli.
Baginda juga adalah nabi yang cukup sabar seperti firman Allah, bermaksud:
“Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang sabar dan Kami beri rahmat kepada semua karena mereka orang yang suka bersabar.”
SIAPAKAH SIDDHARTHA GAUTAMA?
Pada akhir abad ketujuh S.M. (tahun 623 S.M.), lahirlah seorang yang bernama Siddhartha Gautama di bandar Kapilavastu/Kapilavathu (Kapil, lidah Arab menyebut Kafil @ Kafli). Siddhartha Gautama merupakan putera kepada Raja Suddhodana dan Permaisuri Maha Maya. Raja Suddhodana dari keturunan suku kaum Sakyas, dari keluarga kesastrian dan memerintah Sakyas berdekatan negeri Nepal. Manakala Permaisuri Maha Maya pula adalah puteri kepada Raja Anjana yang memerintah kaum Koliya di bandar Devadaha.
Sebelum kelahiran Buddha: Permaisuri bermimpi dibawa oleh 4 orang dewa ke sebuah gunung yang tinggi. Kemudian, permaisuri melihat seekor gajah putih yang cantik. Pada belalai gajah itu terdapat sekuntum bunga teratai. Gajah mengelilinginya 3 kali sebelum masuk ke dalam perut permaisuri.
MAKSUD ISTILAH BUDDHA
Dalam agama Buddha, perkataan Buddha bermaksud ‘seorang yang bijaksana’ atau ‘dia yang mendapat petunjuk’. Kadang kala istilah ini digunakan dengan maksud ‘nabi’. Gautama Buddha pernah menceritakan kedatangan seorang Antim Buddha. Perkataan Antim bermaksud ‘yang terakhir’ dan Antim Buddha bermaksud ‘nabi yang terakhir’ (Antim terakhir yang dimaksudkan ialah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir). Pada saat kematian Gautama Buddha, beliau memberitahu perkara ini kepada pengikut setianya bernama Ananda.
Makna “Nabi” dalam bahasa Arab (berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”; karena itu orang ‘yang di tempat tinggi’ dapat melihat tempat yang jauh). Nabi dalam bahasa Arab sinonim dengan kata Buddha sebagaimana yang difahami oleh para penganut Buddha. Sinonimnya pengertian ini dapat diringkaskan sebagai “Seorang yang diberi petunjuk oleh Tuhan sehingga mendapat kebijaksanaan yang tinggi menggunung”.
RINGKASAN KISAH SIDDARTHA GAUTAMA
Kelahiran Bodhisatta (Bodhisattva, bakal Buddha atau bakal mencapai Pencerahan) pada tanggal 623 S.M. pada bulan purnama Vesak. Selepas sahaja Bodhisatta dilahirkan, Permaisuri Maha Maya mangkat selepas tujuh hari melahirkan anak.
Pada hari kelahiran Bodhisatta telah disadari secara ghaib oleh seorang tua yang sedang bertapa di kaki gunung Himalaya yang digelar Asita Bijaksana (nama asalnya Kala Devala). Asita bergegas ke istana pada keesokannya untuk melihat dan menilik putera Raja Suddhodana.
Asita mendapati terdapat 32 tanda utama dan 80 tanda kecil menunjukkan Bodhisatta bakal menjadi Manusia Agung dan Guru Agung kepada manusia dan dewa-dewa (i.e. Jin dan Malaikat, kelemahan umat Hindu dan Buddha ialah tidak dapat bedakan antara Jin dan Malaikat yang keduanya dipanggil DEWA-DEWA).
Asita menangis karena sedih tidak sempat mendengar ucapan dan pengajaran Buddha di masa akan datang, beliau kemudian berlutut tunduk hormat kepada bayi Bodhisatta.
Kenyataan terakhir Asita ialah Bodhisatta hanya akan menjadi salah satu dari dua yaitu sekiranya ia kekal membesar dalam istana dia akan menjadi Maharaja Agung manakala kalau dia berjaya lari dari istana maka dia akan menjadi Mahaguru Agung.
Upacara menamakan putera raja diadakan pada hari kelima selepas Boddhisatta dilahirkan. Pada akhir majlis itu, 108 orang bijaksana memutuskan nama yang sesuai untuk putera raja iaitu SIDDHARTHA GAUTAMA yang membawa maksud ‘Cita-Cita Terkabul’.
Siddhartha kemudian membesar di istana dan belajar kepada seorang guru istana bernama Sirva Mitra. Beliau menjadi pelajar yang luar biasa pintar dan mahir dengan ilmu ketenteraan. Yang menjadi keheranan kepada orang disekeliling dan gurunya ialah sifat Siddharta yang sensitif terhadap penganiayaan hingga tidak ada seorang pun yang beliau lihat menganiaya binatang kecuali mencegahnya serta merta.
Malah beliau sangat bersedih melihat para petani berkerja keras membajak tanah dibawah terik matahari menyebabkannya lari ketempat lain ke sebuah pohon (Tiin-Bodhi) dan duduk di sana secara bertafakur (samadhi) untuk membuang stress.
PERSAMAAN NABI ZULKIFLI DENGAN SIDDARTHA GAUTAMA
Maka berbalik kepada maudhu’ perbahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur’an? Sebenarnya tidak ada kata-kata “Buddha” dalam Al-Qur’an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahawa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur’an dengan Sang Buddha, yaitu pada maksud ayat;
“Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”(At-Tin 95 : 1)
Beliau menjelaskan bahwa buah Zaitun melambangkan Jerusalem, Isa a.s. (Jesus, Kristian). Bukit Sinai melambangkan Musa a.s. dan Yahudi. Kota Mekah pula menunjukkan Islam dan Muhammad SAW. Manakala pohon Tin (fig) pula melambangkan apa?
Tin (fig) = Pohon Bodhi
Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon Bodhi. Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur’an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan Islam meyakini bahawa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.
Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunya Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti “ia yang berasal dari Kifl”. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur’an:
“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.” (Al-Anbiya’ 21: 85).
“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (Shad 38 : 48).
KESIMPULAN
“Kifl” adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad seorang ahli teologi Muslim abad ke-20 turut menekankan bahawa Dhul-Kifl dalam Al-Qur’an boleh jadi adalah Buddha.
Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli a.s. adalah antara nabi yang mempunyai cerita yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini mungkin menjadi faktor kepada sebahagian ulama’ menyamakan watak Dzul-Kifli dalam Al-Qur’an dengan Buddha yang secara kebetulan banyak persamaan sekiranya disuaikan.
Yang menarik perhatian saya ialah mengenai surah at-tin (the fig). Allah berfirman mengenai pokok/buah tin, pokok/buah zaitun, bukit sinai dan kota mekah. Mekah dikaitkan dgn Nabi Muhammad s.a.w., Bukit Sinai dengan Nabi Musa, zaitun dengan Nabi Isa a.s., dan siapa pula dikaitkan dengan buah atau pokok tin?
Dikatakan dalam sejarah bahawa Gautama Buddha duduk bawah pokok tin. Kalau ikut istilah islam, dia dapat wahyu masa duduk bawah pokok tersebut. Ikut tulisan orang Buddhist, dia dapat ilham masa duduk bawah pokok tersebut.
Bila Allah berfirman :“Wattiini wazaitun. watuurisinina wahazal baladil amin.”
Allah menyebut perihal Nabi-Nabi-Nya. Tiin (Nabi Zulkifli-Buddha), Zaitun (Nabi Isa a.s), Siniina- bukit Sinai (Nabi Musa) dan Baladil amin -Tanah yang aman dan selamat (Mekah)- Nabi Muhammad saw. ia ikut urutan, hebatnya Qur’an sebagai kalimat Tuhan susunan sejarah riwayat Nabi-Nya. Mari kita sama-sama fikirkan. HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI.
Sumber Artikel
Komentar Saya pribadi
Sebagai Ummat Islam,saya sangat bangga kepada penulis diatas,dan penjelsan diatas membuat saya semakin yakin dan iman saya terasa semakin mantap,namun saya juga kawatir,postingan/artikel seperti diatas malah membuat pengikuti/pemeluk agama Budha akan marah dan sakit hati,dan bisa saja ummat islam indonesia akan mendapatkan perlakuan yang seperti ummat islam myanmar.menurut saya,artikel seperti diatas lebih baik jangan terlalu dipublikasikan,alangkah baiknya kalau hal seperti diatas cukup diposting di situs yang bersifat pribadi,kecuali yang sudah terjadi sudah seperti sekarang,postingan seperti diatas sudah terlanjur tersebar kemana mana,dan saya sebagai ummat islam memohon maaf kepada pemeluk agama buddha apabila ada artikel-artikel yang menyalahi agama anda,dan saya harap anda tidak marah,tanggapi saja dengan tenang,dan ambil hikmahnya saja,siapa tahu dengan adanya artikel seperti diatas akan membuat anda lebih giat mempelajari agama anda,dan saya sakin,si pembuat artikel diatas tidak ada niat untuk mengexpose agama anda,namun hanya sebagai sarana kajian dan metode untuk menambah pengetahuan dalam agama islam.Sekian dari saya.Mohon Maaf apabila ada yang kurang berkenan.salam damai buat semua pemeluk agama.wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hati-hati Download Kitab di Internet

Label : | 0 Comments
Sumber Ilmu Hati-hati Download Kitab di Internet
Mulai kemaren saya sibuk sekali mencari kitab untuk di Download,baik kitab hadits ataupun kitab fiqih.
Setelah saya menemukan blog yang menyediakan Download Gratis Kitab Hadits,Download Gratis Ebook Hadits,Download Gratis Kitab Fiqih,Download Gratis Ebook Fiqih dll eh ternyata banyak yang buatannya kelompok Wahabi,Karena dalam kesempatan kali ini saya sempatkan untuk memberikan Informasi bahwa banyak blog atau website yang menyediakan Download kitab/ebook gratis itu adalah penyiar faham wahabi.
Untuk menemukan bahwa kitab ini kitab wahabi sedangkan yang ini kitab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah cukup sulit,karena tidak sedikit kitab Aswaja yang dirubah oleh golongan wahabi.
Sedangkan Kitab yang dikarang oleh Nashiruddin Albani,atau dibelakangnya memakai BAZZ atau yang dibuat oleh ibnu taimiyah itu sudah jelas jelas berfaham wahabi,walaupun ternyata tidak sedikit Faham Wahabi menyelahi Faham Ibnu Taimiyah.
Saran saya: Sebaiknya anda berhati hati mendownload kitab yang ada di Internet,lebih baik anda bertanya kepada orang yang sudah benar benar faham mengenai faham aswaja dan faham wahabi.
anda juga bisa mendownload kitab di situs-situs Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
Sekian dari saya,semoga bermanfaat.
hati hati download kitab di internet,hati hati mendownload kitab di internet,banyak kitab buatan orang wahabi,banyak kitab yang dirubah oleh wahabi,banyak kitab yang berfaham wahabi,jangan sebarkan kitab yang berfaham wahabi,banyak kitab ahlus sunnah wal jamaah yang dirubah oleh golongan wahabi,awas kitab wahabi menyebar
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sumber Ilmu - All Rights Reserved Template by Blog Bamz - Sumber Ilmu