Amalan apa yang Paling Utama di Bulan Ramadlan?

Sumber Ilmu - Amalan apa yang Paling Utama di Bulan Ramadlan?
Pertanyaan:
Assalamu'alaiku wr.wb.
Akhi yang dimulyakan Allah SWT.
Saya mau tanyakan mengenai amal apa yang paling utama yang perlu saya lakukan di Bulan Ramadlan?
Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih banyak.

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.
Akhi yang berbahagia, terima kasih banyak sudah ikut berpartisipasi di blog saya, dan mengenai pertanyaan anda, insya Allah akan saya jawab sesuai dengan pengetahuan saya.

Sebenarnya mengenai amal apa yang paling utama dikerjakan di Bulan Ramadlan Ulama' masih khilaf.
Sebagian ulama' menyatakan Amal yang paling utama diamalkan di Bulan Ramadlan adalah mengajar atau mengaji ilmu-ilmu syari'ah, utamanya ialah mengaji tauhid, Al-qur'an ataupun ilmu-ilmu yang lain, karena amal tersebut adalah amal yang memang bagus walaupun diluar Bulan Ramadlan, dan tetap berlaku di Bulan Ramadlan.

Dan sebagian Ulama' menyatakan amal yang paling Utama di Bulan Ramadlan adalah membaca Al-Qur'an, dan Insya Allah ini adalah pendapat dari madzhab Maliki. dan adapun dasar pendapatnya adalah firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
"Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)

Karena Al-Qur'an diturunkan di Bulan Ramadlan, maka Bulan Ramadlan juga dinamakan Syahrul Qur'an, dan khusus pada Bulan Ramadlan lebih utama memperbanyak membaca Al-Qur'an. dan hal yang demikian juga dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW tiap malam bertadarrus bersama malaikat Jibril, dan hal itu terjadi tiap-tiap Bulan Ramadlan.
Dan selain Rasulullah SAW, ternyata para Shahabat Rasul dan para Ulama' lebih memperbanyak membaca Al-Qur'an tatkala sudah memasuki Bulan Ramadlan.

Sekian jawaban dari saya. semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr wb.

Wasiat Habib Umar bin Hafidh Soal Ramadlan

Sumber Ilmu - Wasiat Habib Umar bin Hafidh Soal Ramadlan

Bulan Ramadlan tinggal menghitung hari..di mana hari tersebut merupakan bulan yang sangat dirindukan oleh ummat Nabi Muhammad SAW yang di dalamnya penuh keberkahan dari bulan-bulan lainnya.
Marilah kita ikuti  Wasiat Al Allamah Alhabib Umar Bin Hafidh Dalam Menghadapi Bulan Ramadlan (Terjemahan dari wwww.habibomar.com ). Merupakan penyampaian dari Guru Mulia beliau Al Habib Umar bin Hafidh dalam ceramah beliau di akhir sya’ban 1436H ini, saya mengulas sebagian wasiat – wasiat Guru Mulia, bahwa seyogyanya ada 3 hal yang harus kita laksanakan di awal bulan Ramadlan ini, yaitu:
1. Gembira dan senang dengan datangnya bulan Ramadlan, sebagaimana firman Allah swt yang artinya:
“Katakanlah (wahai Muhammad saw) Dengan Datang-nya Anugerah Allah Dan Rahmat-Nya, Maka Dengan Itu Hendaknya Mereka Bergembira” (QS Yunus 58), dan juga Sabda Rasulullah saw yang artinya:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari & Muslim).

Dan diriwayatkan oleh Salman ra, bahwa Rasulullah saw menyampaikan ceramahnya pada kami di hari terakhir bulan sya’ban :
“Wahai para manusia sekalian, telah menyelimuti kalian bulan Agung yang penuh keberkahan, bulan yang padanya suatu malam yang lebih mulia dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa di bulan ini merupakan hal yang fardlu (wajib), dan menjadikan Qiyam (tarawih) merupakan hal yang sunnah, barangsiapa yang beribadah dengan satu macam kebaikan maka sama saja pahalanya dengan menjalankan ibadah yang fardlu, barangsiapa yang beribadah dengan hal yang fardlu maka seakan ia telah mengerjakan 70X hal fardlu tersebut, inilah (Ramadlan) merupakan bulan kesabaran, dan balasan atas kesabaran adalah Surga, inilah bulan kita saling membantu satu sama lain, inilah bulan dimana Allah menumpahkan rizki Nya bagi orang mukmin” (Hadits riwayat Imam Ibn Khuzaimah dalam shahih nya).
2. Menjaga diri dan berhati hati dari hal hal yang membuat kita terhalangi dan terusir dari kemuliaan Ramadlan, diantaranya adalah :
* Menjaga lidah kita dari berdusta dan menjaga pula perbuatan kita dalam kedustaan dan penipuan,
* juga ucapan ucapan buruk dan perbuatan buruk,
* dan dari berbuka puasa dengan makanan haram dan syubhat,
* dan dari perbuatan yang menjatuhkan pahala puasa seperti memandang aurat yang bukan muhrimnya,
* dan dari berdusta dan membicarakan aib orang lain,
* dan dari memutuskan hubungan silaturahmi,
* dan dari minum arak, ganja dan narkotika,
* dan dari dengki dan kebencian terhadap sesama muslimin, dan dari berbuat durhaka pada kedua orang tua.
Dan berhati – hatilah wahai mukimin dari berbuka puasa tanpa sebab yang jelas, Sabda Rasulullah saw yang artinya:
“Barangsiapa yang berbuka di hari Ramadlan tanpa sebab sakit, atau safar, atau udzur syar’I lainnya, maka tiadalah ia akan bisa membayarnya walaupun ia berpuasa sepanjang masa” (HR Tirmidzi, Nasa’I, Abu Daud, Ibn Maajah, Ibn Khuzaimah dan Imam Baihaqy).

Maka berhati – hatilah wahai mukmin dalam menjaga keadaan puasamu, dan jangan pula kau berbuka puasa sebelum yakin telah tiba waktunya, karena sunnah untuk bersegera dalam buka puasa adalah setelah yakin sepenuhnya telah masuk waktu berbuka puasa.
3. Yang terakhir adalah bersungguh – sungguh dalam menghadapi hujan anugerah di bulan mulia ini, dan bersungguh – sungguh mendapatkan anugerah berlipat gandanya berbagai pahala dan dibentangkannya kesempatan untuk meraih derajat yang agung. Telah bersabda Rasulullah saw :
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian berpuasa di siang harinya dan telah pulah mensunnahkan bagi kalian mendirikan shalat sunnah di malam harinya (tarawih), barangsiapa yang melakukan keduanya dengan keimanan dan kesungguhan, maka ia akan lepas dari seluruh dosanya sebagaimana saat ia baru dilahirkan oleh
ibunya” (HR Imam Nasa’i).

Maka seyogyanya kita memperbanyak berbagai amal ibadah di bulan mulia ini, terutama menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah, dan ketahuilah bahwa menjamu orang lain berbuka puasa merupakan hal yang agung pahalanya, sabda Rasulullah saw :
“Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi yang berpuasa dibulan Ramadlan, maka diampuni seluruh dosanya, dan kebebasan baginya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala puasa tersebut” (HR Ibn Khuzaimah dalam Shahihnya).

Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi orang yang berpuasa ramadhan dengan makanan dan minuman yang halal, maka akan bershalawatlah para Malaikat baginya sepanjang waktu Ramadlan, dan akan bershalawatlah padanya Malaikat Jibril dimalam Lailatulqadr” (Imam Thabrani).
Sabda Rasulullah saw : “Diberikan untuk ummatku dibulan Ramadlan lima hal yang tidak diberikan pada para Nabi sebelumku, yaitu :
– Saat malam pertama bulan Ramadlan, Allah memandangi mereka dengan iba dan kasih sayang Nya, dan barangsiapa yang dipandangi Allah dengan Iba dan Kasih Sayang Nya maka tak akan pernah disiksa selama selamanya,
– Yang kedua adalah aroma tak sedap dari mulut mereka di sore harinya lebih indah dihadapan Allah daripada wanginya Misk (bau tak sedap orang yang berpuasa akan menyusahkan mereka dan akan membuat mereka merasa terhina, namun balasan untuk keridhoan mereka karena hal yang tak mereka sukai dan perasaan terhina itu adalah justru di sisi Allah hal itu sangatlah mulia),
– yang ketiga adalah sungguh para malaikat memohonkan pengampunan dosa bagi mereka sepanjang siang dan malam,
– yang keempat adalah Allah memerintah kepada Surga seraya berfirman yang artinya: " Bersiaplah engkau (wahai surga), dan bersoleklah untuk menyambut hamba – hamba-Ku, aku iba melihat mereka, barangkali mereka mesti beristirahat karena kepayahan menghadapi kehidupan mereka di dunia untuk menuju Istana – Istana-Ku dan Megahnya Kedermawanan-Ku,
– yang kelima adalah ketika malam terakhir dibulan Ramadlan maka diampunilah bagi mereka seluruhnya, maka bertanyalah seorang sahabat :
" Apakah itu hadiah orang yang mendapatkan Lailatulqadr Wahai Rasulullah?, maka Rasul saw bersabda : “Tidak, bukankah bila kau melihat paraburuh bila selesai dari pekerjaannya harus segera dilunasi upahnya?” (HR Imam Baihaqi).
Maka ketahuilah bahwa Rasul saw bersungguh – sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadlan, lebih dari kesungguhannya di bulan lain, dan Rasul saw sangat teramat bersungguh – sungguh dalam beribadah di 10 malam terakhir Bulan Ramadlan lebih dari kesungguhannya di hari – hari Ramadlan lainnya, Maka berpanutlah pada Imam mu Nabi Muhammad saw, janganlah tertipu dengan mengikuti kebiasaan sebagian orang yang bersungguh – sungguh di awalnya dan bermalas – malasan di akhirnya, karena kemuliaan justru berpuncak pada akhirnya.
Wahai Allah perkenankan kami melewati kemuliaan Ramadlan, berpuasa dan menegakkan bermacam – macam amal mulia padanya, dari pembacaan Al Qur’an dan bertafakkur atas maknanya, serta menyambung silaturahmi serta berbuat baik dengan tetangga, dan selamat dari segala hal yang memnghalangi kami dari kemuliaannya, dan shalawat serta salam atas sang Nabi dan keluarga serta sahabatnya
walhamdulillahirabbil’alamiin… amiin.


Mohon maaf apabila ditulisan ini hadits dan ayatnya tidak ada lafadh arabnya, soalnya tulisan saya ambil dari facebook, dan memang tidak menyertakan tulisan arabnya.
Baca juga:
Kumpulan Hadits Mengenai Bulan Puasa Ramadlan
Sarkub Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Ala NU apa Syi'ah?

Sarkub Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Ala NU apa Syi'ah?

Sumber Ilmu - Sarkub Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Ala NU apa Syi'ah?
Deskripsi:
bermula dari sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada saya, mengenai faham apa itu admin Sarkub.

Pertanyaan: 

Assalamu'alaikum wr.wb.
saya mau nanya nih, mengenai sarkub, soalnya mau nanya disana saya rasa kurang enak, dan juga saya tidak bisa komen disana. kemarin saya juga pernah kirim email namun tidak respon. jadinya saya mencoba bertanya disini saja.
langsung saja akhi.
Situs Sarkub yang katanya kepanjangannya adalah Sarjana Kuburan menggunakan lambang-lambang dan atribut mirip seperti Nahdlatul Ulama' (NU). mereka juga sering kali membela NU. dari tulisan-tulisan mereka, mereka itu seakan-akan orang NU, dan juga memerangi Wahabi. namun oleh banyak situs Sarkub dikatakan SYI'AH dan kalau dilihat dari penjelasan mengenai hukum didalamnya ada beberapa konten yang bertentangan dengan konten yang ada di situs resmi NU, selain itu juga menuliskan Ramadlan dengan Ramadhan, padahal NU sendiri menggunakan DL untuk mentranslate huruf ض contoh NAHDLATUL ULAMA' tidak menggunakan NAHDHTUL ULAMA'. dan yang paling getol menulis Ramadhan biasanya juga dari situs wahabi. intinya Wahabi pelopor penulisan Ramadhan, dan NU pelopor penulisan Ramadlan.
Mohon penjelasannya serta kalau bisa bukti-bukti yang kuat. Syukran Katsiran Akhi.

Jawaban:

Wa'alaikumussam wr wb.
Sebelumnya saya mohon maaf karena saya cukup lama membiarkan pertanyaan anda, hal itu dikarenakan saya memang sangat jarang membuka email dan juga membuka facebook, bahkan blog ini pun sangat jarang saya buka. semoga saja walaupun terlambat, tulisan saya sebagai jawaban dari pertanyaan anda ini tetap ada manfaatnya.

Sarkub menurut situsnya sendiri ialah sebagai berikut:

Didirikan
Sarkub didirikan di Rumah Wan Ali Alkaff Semarang, 21 Syawal 1431 H.

Website www.sarkub.com resmi diluncurkan 16 oktober 2011 jam 1.00 WIB dari Ponpes Salafiyah Sladi Kejayan Pasuruan Jawa Timur

Visi – Misi
1. Jaga aswaja dari virus wahabi, syi'ah & aliran2 sesat.
2. Bela NKRI dari penyakit HTI & teroris.
3. Pererat ukhuwah islamiyah.
4. Melestarikan amalan para ulama salafus sholeh.
5. Sbg wadah tempat cangkruk jamaah sarkubiyah utk saling berbagi info, ilmu, pesan & do'a.

Memang kalau dilihat dari penjelasannya masih kurang jelas, dan wajar apabila ada sebagian orang yang masih mempertanyakannya.
Dan kalau menurut sepengetahuan saya, sarkub itu berfaham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Ala Nahdlatul Ulama', begitu yang saya ketahui dari teman-teman saya dan dari saudara-saudara saya. dan diperkuat oleh keberadaan Ustadz Idrus Ramli, walau beliau bukan pengurus di sarkub, namun ada beberapa artikel yang asalnya dari Ustadz Idrus Ramli. dan saudara-saudara saya banyak sekali yang kenal dengan beliau. bahkan kemarin sempat berkunjung ke rumah saudara saya.
Selain ustadz Idrus Ramli juga ada Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan jelas salah satu Habaib dan Ulama' Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Ala NU, bahkan beliau adalah Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah.
Beliau juga salah satu Habaib yang cukup dekat dengan orang tua saya, dan juga cukup dekat dengan beberapa guru saya.
jadi menurut saya Sarkub adalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Ala NU.

Menanggapi mengenai tulisan yang ada di sarkub yang tidak sama bahkan bertentangan dengan tulisan di situs resmi NU menurut saya masih bisa dikompromikan. mungkin perbedaan itu terjadi karena berbeda dari pengambilan kitabnya saja, dan hal itu bukan dalam i'tiqad. dalam hal ini saya tidak bisa komentar secara panjang, karena saya tidak tahu artikel yang mana yang tidak sama atau bertentangan.

Mengenai Penulisan Ramadlan yang ditulis Ramadhan oleh Sarkub menurut saya itu tidak bisa disalahkan 100% dan hanya karena itu sarkub lantas tidak dianggap NU. bisa saja si penulis di sarkub itu tidak faham qaidah translate arab ke indonesia, berhubung kaidah penulisan di indonesia memang tidak begitu luas dan gampang berubah. selain itu mungkin saja hanya ikut-ikutan dan tidak begitu memperhatikan metode penulisannya. bahkan di situs resmi NU sendiri ada yang menulis Ramadlan, dan ada juga artikel yang menggunakan Ramadhan. hal itu mungkin karena penulisnya bukan satu orang. dan yang menggunakan DH dalam penulisan Ramadlan kurang faham akan sejarah penulisan ض DL yang dilakukan oleh Ulama' NU.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan dan yang bisa saya jelaskan.
Insya Allah Sarkub masih dibawah naungan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. dan semoga saja apa yang saya sampaikan ini bermanfaat buat anda dan buat para pembaca blog ini.
Saya juga mohon maaf apabila ada penjelasan saya yang salah, atau kurang pas dan kurang berkenan di hati para pembaca.

Akhirul kalam, Wassalamu'alaikum wr wb.

Fadlilah Shalawat Bagi Pendosa

Sumber Ilmu - Fadlilah Shalawat Bagi Pendosa
Shalawat adalah bacaan yang sangat istimewa, dan sekian banyak guru saya, semuanya suka baca shalawat, dan kalau memberikan ijazah banyak yang suka memberi ijazah shalawat. pada suatu ketika saya pernah mengaji khusus mengenai shalawat dan Alhamdulillah saya banyak mendapatkan pelajaran yang sangat berharga mengenai Fadlilah Shalawat, dan diantaranya ialah Fadlilah Shalawat Bagi Orang yang Banyak Melakukan Dosa.
Mari kita mulai menyimak Firman firman Allah SWT di bawah ini:

 هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً

43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

 تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْراً كَرِيماً  

44. Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam . dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.
 
 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً  

45. Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan,
 
وَدَاعِياً إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجاً مُّنِيراً  

46. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. 

وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ اللَّهِ فَضْلاً كَبِيراً  

47. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu'min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
 
Ayat ayat diatas adalah salah satu ayat ayat yang menjelaskan kedudukan Rasullah SAW dan Sedikit mengenai Keutamaannya, dan mari kita berlanjut kepada Fadlilah Shalawat dan kita simak kisah berikut:
Pada suatu hari di Masjidil Haram seorang ulama besar Sufyan Ats-Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat tangan dan menurunkannya selalu membaca shalawat atas nabi.
Kemudian Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah meninggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya bershalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus?”
Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu.”
Kemudian Sufyan menjawab: “Saya adalah Sufyan ats Tsauri”.
Orang itu berkata: “Seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”. Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepala ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain.
Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran Anda, Allah menjadikanmuka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?”
Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa Al- Qur'an. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya,karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”.
Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih.

Sedangkan kisah diatas kalau menurut penjelasan KH. Amin Quthbi, Sang ayah meninggalnya di tengah perjalan saat akan melaksanakan Haji.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Waallahu a'alam. Wa Huwalhadiy 'ala Shirathal Mustaqim.

Akibat Mudah Mengatakan Bid'ah

Sumber Ilmu - Akibat Mudah Mengatakan Bid'ah
Berikut ini sebuah kisah nyata, dan kisah ini menyatakan kesalahan besar apabila tidak menjaga lisan dan tidak menjaga hati dengan gampang menuduh orang lain melakukan hal yang jelek dan menganggap amaliyah orang lain secara fikiran sempit dan tidak mengkaji terlebih dahulu apa dan kenapa amaliyah tersebut dilakukan.

Akibat Mudah Mengatakan Bid'ah

Suatu ketika seorang Habaib dari Hadlramaut (namanya saya lupa, jadi tidak saya tulis disini) ingin menunaikan ibadah haji dan berziarah ke Rasulullah SAW. Beliau berangkat dengan diiringi rombongan yang melepas kepergiannya.
Seorang Sulthan di Hadlramaut, kerabat Habib tersebut, menitipkan Al-Qur’an buatan tangan yang terkenal keindahannya di jazirah arab pada saat itu untuk disampaikan kepada raja Saudi.
Sesampai di Saudi, Habib tersebut disambut hangat karena statusnya sebagai tamu negara. Setelah berhaji, beliau ziarah ke makam Rasulullah SAW. Karena tak kuasa menahan kerinduannya kepada Rasulullah SAW, beliau memeluk turbah Rasulullah. Beberapa pejabat negara yang melihat hal tersebut mengingkari hal tersebut dan berusaha mencegahnya sambil berkata, “Ini bid’ah dan dapat membawa kita kepada syirik.”
Dengan penuh adab, Habib tersebut menurut dan tak membantah satu katapun. Beberapa hari kemudian, Habib tersebut diundang ke jamuan makan malam raja Saudi.
Pada kesempatan itu beliau menyerahkan titipan hadiah Al Quran dari Sulthan Hadlramaut. Saking girangnya dan dipenuhi rasa bangga, Raja Saudi mencium Al Qur’an tersebut!. Berkatalah sang Habib,
Jangan kau cium Qur’an tersebut… Itu dapat membawa kita kepada syirik!
Sang raja menjawab, “Bukanlah Al Qur’an ini yang kucium, akan tetapi aku menciumnya karena ini adalah KALAMULLAH!
Habib berkata, “Begitu pula aku, ketika aku mencium turbah Rasulullah, sesungguhnya Rasululullah-lah yang kucium! Sebagaimana seorang sahabat (Ukasyah) ketika menciumi punggung Rasulullah, tak lain adalah karena rasa cinta beliau kepada Rasulullah. Apakah itu syirik?!
Tercengang sang raja tak mampu menjawab. Kemudian Habib tersebut membaca beberapa bait syair Majnun Layla yang berbunyi,
"Marortu ‘alad diyaari diyaaro laila, Uqobbilu dzal jidaari wa dzal jidaaro Fa ma hubbud diyaar, syaghofna qolbi, Wa lakin hubbu man sakana diyaro
Aku melewati sebuah rumah, rumah si Layla # dan aku menciumi setiap dinding-dindingnya Bukankah karena aku mencintai sebuah rumah yg membuat hatiku hanyut dlm cinta akan tetapi karena cintaku kepada sang penghuni rumah.

Dengan kejadian ini Sang Raja sangatlah malu, apalagi cara penjelasan Sang Habib tidak rumit dan sangat masuk akal. jangankan orang 'alim, orang bodohpun faham dengan dalil seperti ini.
Hanya orang yang tidak mendapatkan hidayah saja yang tidak bisa memahami dalil dan hikmah kisah ini.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Waallahu a'alam. Wa Huwalhadiy 'ala Shirathal Mustaqim.

Dukung Blog Sumber Ilmu dan Baca Juga: Template SEO Friendly dan Cocok Buat Blog Religi

Template SEO Friendly dan Cocok Buat Blog Religi

Sumber Ilmu - Template SEO Friendly dan Cocok Buat Blog Religi
Blog Sumber Ilmu sekarang ini ganti template, karena sudah bosan dengan template yang sebelumnya, dan sekarang ini Blog Sumber Ilmu memakai Template yang dibuat oleh Mas Bamz dengan sedikit modifikasi dari saya, dan saya akan share disini siapa tahu saja ada yang berminat menggunakannya.
Template ini bukan hanya bagus, namun juga dengan menggunakan template ini anda juga membantu Blog Sumber Ilmu, karena di template B-SEO Sumber Ilmu ini saya sudah meletakkan link Sumber Ilmu, dengan begitu blog Sumber Ilmu mendapatkan Backlink dan juga bisa dikenal lebih banyak orang.
Hal ini salah satu cara agar kita saling mempromosikan blog pendidikan dan blog Islami yang berfaham ahlus sunnah wal jama'ah.
Bagi yang masih belum faham mengenai ahlus sunnah wal jama'ah silahkan baca saja di >> Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
dan bagi anda yang berminat menggunakan template B-SEO Sumber Ilmu ini silahkan klik disini
Dan saya ucapkan terima kasih banyak atas kesediaan anda menggunakan Template B-SEO Sumber Ilmu dan sekaligus membantu Blog Sumber Ilmu ini.

Menjelang Bulan Ramadlan Kirim-kiriman SMS Bagaimana Hukumnya?

Sumber Ilmu - Menjelang Bulan Ramadlan Kirim-kiriman SMS Bagaimana Hukumnya?
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Sudah menjadi tradisi menjelang Bulan Puasa Ramadlan Ummat Islam menyempatkan kirim SMS yang isinya menyambut Ramadlan, meminta maaf, atau sekedar ucapan Salam semata.
Menanggapi hal ini, saya pernah mencari mengenai dalil nash, namun saya tidak menemukan dalil yang langsung membahas hal seperti ini, apalagi zaman dulu memang belum ada HP, jadi tidak mungkin Rasulullah SAW ataupun Shahabat kirim-kiriman SMS, namun kalau cuma dalil yang menenjukkan kebolehannya sebenarnya ada, jadi kirim-kiriman SMS menjelang Bulan Ramadlan bukanlah sesuatu yang tercela. walaupun ada juga sebagian Ummat Islam yang berfikiran sempit dan fikirannya terdoktren dengan dalil bid'ah yang masih 'am (umum), sehingga apa apa yang tidak dilakukan Rasulullah SAW adalah bid'ah dan dilarang. padahal Islam itu tidak kaku, Islam juga tidak kolot. semua hal itu boleh-boleh saja dilakukan, asal sesuatu tersebut tidak bertentangan dengan peraturan dalam Islam itu sendiri.
Metode boleh tidak sama, namun tujuan dan illatnya harus sama.
Contohnya, kalau dulu orang beersedekah (Bershadaqah) kuda atau Unta, sekarang boleh bershadaqah motor atau mobil, karena tujuannya sama, yaitu bershadaqah, dan illatnya sama-sama kendaran.
Mengirim SMS menyambut Bulan Ramadlan atau meminta maaf melalui SMS menjelang Ramadlan tidak haram dan bukanlah pekerjaan bid'ah yang tercela, bahkan hal itu disarankan apabila dilihat dari dalil dalil Alqur'an dan Hadits, dan diantaranya bisa anda lihat di bawah ini:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 134)

فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

Maka maafkanlah dengan cara yang baik. (QS Al-Hijr: 85)
di 2 ayat diatas menunjukkan, bahwa kita sebagai muslim diperintahkan untuk bisa memaafkan orang yang berbuat tidak baik kepada kita, memaafkan orang yang meminta maaf pada kita.
dan ada banyak dalil yang menunjukkan perintah agar kita meminta maaf, meminta ampunan apabila kita melakukan kesalahan atau kejelekan. dengan dalil dalil tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa mengirim ucapan maaf atas salah, baik di Bulan Ramadlan, maupun diluar Bulan Ramadlan Hukum boleh bahkan disarankan. Wallahu a'lam

Menjelang Bulan Ramadlan BBM Naik dan Banyak Penimbunan BBM

Menjelang Bulan Ramadlan BBM Naik dan Banyak Penimbunan BBM dan hal ini sangat disayang,karena Naiknya BBM saja sudah sangat berat kepada rakyat,terutama masyarakat kelas menengah kebawah,selain itu sekarang ini kita akan menghadapi Bulan Ramadlan,yang mana dalam bulan ramadlan ummat islam dituntut untuk mempersiapkan banyak hal,baik kesehatan maupun ekonomi agar nantinya bisa melaksanakan ibadah lebih tenang dan lebih banyak beribadah tanpa terganggu dengan perekonomian,namun ternyata keadaan sekarang ini sungguh sangat memberatkan masyarakat kecil.dan saya juga sangat berharap kepada pemerintah untuk memberikan tindakan kepada para penjual,terutama Pom bensin yang ternyata saat ini banyak yang melakukan penimbunan.
Untuk mengetahui Hukum Penimbunan barang,baik itu makanan ataupun bensin silahkan anda baca "Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual"
Sekian sedikit Harapan saya kepada Pemerintah Indonesia.dan semoga masyarakat Indonesia,Khususnya kaum Muslimin Indonesia diberikan kekuatan dan ketabahan Oleh Allah SWT.Amin.

Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual

Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual
Karena Lagi Marak Penimbunan Barang termasuk penimbunan BBM saya akan membahas Hukum Menimbun Barang.
Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual
Para ulama sepakat bahwa “menimbun” (ihtikâr) hukumnya adalah dilarang (haram). Baik ulama dari madzhab Hanafiyah misalnya Ibnu ‘Abidin dalam karyanya Raddul Muhtâr atau az-Zailia’iy dalam karyanya Tabyînul Haqâiq, ulama Malikiyah misalnya dalam kitab al-Muntaqa ‘alal Muwattha atau al-Gharnathiy dalam karyanya al-Qawânîn al-Fiqhiyah, ulama Syafi’iyah misalnya al-Khathib al-Syirbiniy dalam karyanya Mughnil Muhtâj atau as-Syiraziy dalam karyanya al-Muhaddzab dan syarahnya yaitu kitab al-Majmû’ an-Nawawiy juga Zainuddin al-Malibbariy dalam Fathul Mu’în dan Syarahnya yaitu kitab I’ânatut Thâlibîn karya Muhammad Syatha ad-Dimyathiy, maupun ulama Hanabilah misalnya Ibnu Qudamah dalam karyanya al-Mughni.

Adapun dalil yang dijadikan landasan oleh para ulama tersebut adalah beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, diantaranya hadits yang diriwayatkan melalui Umar RA dimana Nabi SAW bersabda ;

الجالب مرزوق والمحتكر ملعون

Orang yang mendatangkan (makanan) akan dilimpahkan riskinya, sementara penimbun akan dilaknat

Juga hadits yang diriwayatkan melalui Mu’ammar al-‘Adwiy:

لا يحتكر الا خاطئ

Tidak akan menimbun barang, kecuali orang yang berbuat salah.

Hadits yang diriwayatkan melalui Ibn Umar:

من احتكر طعاماً أربعين ليلة، فقد برئ من الله ، وبرئ الله منه

Siapa menimbun makanan selama 40 malam, maka ia tidak menghiraukan Allah, dan Allah tidak menghiraukannya

Hadits yang diriwayatkan melalui Abu Hurairah :

مَنْ احْتَكَرَ حُكْرَةً يُرِيدُ أَنْ يُغْلِيَ بِهَا عَلَى الْمُسْلِمِينَ فَهُوَ خَاطِئٌ

Siapa menimbun barang dengan tujuan agar bisa lebih mahal jika dijual kepada umat Islam, maka dia telah berbuat salah.

Hadits Riwayat Ibnu Majah, dan sanadnya hasan menurut Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah

من احتكر على المسلمين طعامهم ضربه الله بالجذام والإفلاس” رواه ابن ماجة وإسناده حسن

Siapa yang suka menimbun makanan orang-orang Islam, maka Allah akan mengutuknya dengan penyakit kusta dan kebangkrutan. (HR Ibnu Majah, sanad hadit ini hasan)

Alasan hukum haramnya menimbun barang yang digunakan oleh para ulama adalah adanya kesengsaraan (al-madlarrah), dimana dalam menimbun ada praktek-praktek yang menyengsarakan (al-madlarrah) orang lain, yang hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan syari’at Islam yaitu menciptakan kemaslahatan (tahqîq al-mashâlih) dengan langkah mendatangkan kemanfa’atan (jalbul manfa’ah) dan membuang kesengsaratan (daf’ul madlarrah). Apalagi kalau diperhatikan perbuatan menimbun merupakan hanya berupaya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri diatas penderitaan orang lain.
Para ulama juga banyak pendapat, bahwa yang haram ditimbun bukan hanya barang/komoditi makanan pokok sehari-hari suatu penduduk saja, melainkan komoditi yang kalau hal tersebut sulit didapatkan maka hal itu bisa menyebabkan kesengsaraan bagi orang banyak. Malah ulama Malikiyah berpendapat bahwa haramnya menimbun tidak hanya pada bahan pokok saja melainkan semua barang. Dan dalam kitab Fathul Mu’in yang dinukil dari al-Ghazaly diistilahkan dengan “mâ yu’în ‘alaih” yaitu setiap komoditi/barang yang dibutuhkan.
Hanya saja sampai saat ini di Indonesia tidak ada peraturan hukum yang secara jelas mengatur tentang penimbunan. Sehingga penimbun BBM nyaris tidak ada yang dikenakan sanksi sebagaimana mestinya. Seperti beberapa penimbun BBM yang dijerat dengan Pasal 53 huruf d jo Pasal 23 ayat (2) huruf c UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas, misalnya kasus yang terjadi di Indramayu, Jawa Barat. Atau misalnya yang terjadi di Poso Sulawesi Tengah yang kasusnya sampai ke Mahkamah Agung akan tetapi putusan akhirnya pelaku terlepas dari segala tuntutan hukum dan barang bukti 134 drum minyak tanah dikembalikan kepada pelaku.
Lembaga Bahtsul Masail PBNU
Redaktur: Ulil Hadrawi
Sekian Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual
Semoga tulisan ini bermanfaat.

Hukum Menimbun Barang Untuk Dijual,Hukum Penjualan Barang yang ditimbun untuk mendapatkan penghasilan yang besar,menimbun barang menunggu harga yang mahal,bagaimana hukumnya menimbun barang untuk dijual,haramkah menimbun barang,penjelasan hukum menimbun barang dagangan

Bagaimana Hukumnya Uang Gaji dari Pemerintah Indonesia?

Bagaimana Hukum Uang Gaji dari Pemerintah Indonesia
Pertanyaan ini dari orang yang menamakan dirinya dengan Hamba Allah yang Membutuhkan Jawaban
Pertanyaan:
Bagaimana Hukumnya Uang Gaji dari Pemerintah Indonesia?
saya pernah mendengar dari salah satu fatwa seorang Kiai yang menyatakan bahwa hukum uang gaji pemerintah adalah haram.
saya juga sudah keliling website untuk mencari jawaban tersebut,namun semua jawabannya yang diuraikan tidak memuaskan kepada saya,karena dalil dalil yang dipakai menurut saya tidak pas.
ada juga yang mengqias kepada Rasulullah SAW yang memakan suguhan hidangan dari orang yahudi,dan menghukumi uang dari pemerintah sebagai uang subhat.
Mohon penjelasannya.terima kasih buat ustadz yang mengurus Blog Sumber Ilmu.
Jawaban:
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas dukungan anda dan kepercayaan anda kepada saya untuk menjawab pertanyaan anda.
Memang uang pemerintah indonesia tidak bisa dikatakan uang subhat,karena subhat itu adalah sesuatu yang tidak ketahuan (tidak diketahui secara pasti dari mana dan bagaimana).sedangkan uang dari pemerintah indonesia sudah jelas berasal dari mana.
Uang Pemerintah Indonesia yang dijadikan gaji adalah uang dari hasil Pajak.Sedangkan Pajak di Indonesia itu bermacam macam,yaitu pajak dari hal yang halal,seperti pajak tanah,pajak mobil,pajak rumah dan lain lain.
Namun juga ada pajak dari hal yang haram,seperti pajak pabrik khamer,ternak babi,dan tempat tempat maksiat.
Melihat kejelasan uang yang dikumpulkan dari hasil pajak ini,kita tidak bisa lagi mengatakan uang tersebut adalah uang subhat,karena uang pemerintah sudah jelas jelas dari pajak,dan pajak tersebut bercampur dari yang halal dengan yang haram.maka hukum uang tersebut masuk kepada HARAM sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:
ما اجتمع الحلال والحرام إلا غلب الحرام الحلال
Tidak bercampur antara halal dan haram,Kecuali menang apa yang haram
dalam Qawaidul Fiqih juga ada pembahasan khusus mengenai hal ini.dan menurut ulama' tashawwuf juga mengharamkan uang yang datangnya dari pemerintah.
namun ada juga yang menghalalkan uang dari pemerintah,namun seperti alasan saudara "Hamba Allah yang Membutuhkan Jawaban" bahwa alasannya memang tidak begitu kuat dan terkesan dipaksa.selain itu ada juga dalil dalil yang ternyata pengqiasannya kurang cocok,karena yang dijadikan ibarat adalah negara negara yang tidak memungut pajak dari tempat tempat maksiat.
Untuk dalil yang memperbolehkan,mungkin anda bisa menghubungi Pengurus NU yang ada di daerah anda,atau silahkan kunjungi website NU.karena saya sendiri sampai saat ini masih belum menemukan dalil yang memperbolehkan/menghalalkan Uang Gaji Pemerintah Indonesia.
Sekian dari saya.terima kasih dan semoga bermanfaat.
hukum menerima uang pemerintah,bagaimana hukumnya uang gaji pemerintah indonesia,haramkah uang gaji,halalkah gaji pemerintah indonesia,bagaimana hukum memakan uang gaji pemerintah indonesia yang mana uangnya bercampur antara uang halal dan uang haram
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sumber Ilmu - All Rights Reserved Template by Blog Bamz - Sumber Ilmu