download gratis buku karya ulama' nu disini

assalamualaikum.wr.wb. seperti yang sama sama kita ketahui bahwasanya dunia internet indonesia makin keruh mengenai perdebatan perdebatan,baik pedebatan mengenai islam dan kristen maupun perdebatan mengenai sunni dan salafy atau wahabi.
saya cuma mau mengingatkan pada saudara saudara seiman yang memeluk agama islam yang beraliran ahlus sunnah waljama'ah (sunni) untuk tidak gampang terpengaruh dengan keadaan ini.
untuk membekali pengetahuan anda mengenai sunni ataupun mengenai salafy/wahabi anda bisa memesan buku buku hasil karya ulama' ulama nu.
caranya silahkan anda tinggalkan komentar dipost komentar beserta alamat email anda
insya allah saya akan segera mengirimkan buku buku tersebut.
didalam buku buku karya ulama' nu ini yang dibahas sangatlah banyak dan bisa dikatakan komplit
keterangan didalamnya bukan hanya mengenai tahlil dan bid'ah,dan bukan hanya dalil dalil yang diambil dari al qur'an,al hadits,atsar maupun qaul ulama',tapi juga dilengkapi dengan kabar beserta gambar gambar kejadian kejadian amaliyah sunni dan salafy.
mudah mudahan buku karya ulama' nu ini bermanfaat dan bisa menjadilah wasilah buat tambahan pengetahuan dan kemantapan iman kita amin.

NB buat sobat yang mau mendownload buku karya ulama' nu ini sekarang tidak usah pakek email lagi,karna sudah saya upload menjadi satu ke 4shared,untuk download klik disini
bisa juga disini atau disini

Partisipasi

Apa itu partisipasi?
secara gampang atau secara simple partisipasi itu ikut andil,ikut berkecipung.
tapi ternyata pengertian dari partisipasi masih banyak perbedaan,walaupun pada hakekatnya ya sama saja.
dibawah ini saya tulis apa itu partisipasi secara detail.
Partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “participation” adalah pengambilan bagian atau pengikutsertaan. Menurut Keith Davis, partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab di dalamnya. Dalam defenisi tersebut kunci pemikirannya adalah keterlibatan mental dan emosi. Sebenarnya partisipasi adalah suatu gejala demokrasi dimana orang diikutsertakan dalam suatu perencanaan serta dalam pelaksanaan dan juga ikut memikul tanggung jawab sesuai dengan tingkat kematangan dan tingkat kewajibannya. Partisipasi itu menjadi baik dalam bidang-bidang fisik maupun bidang mental serta penentuan kebijaksanaan.

Jadi dari beberapa pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan emosiserta fisik peserta dalam memberikan respon terhadap kegiatan yang melaksanakan dalam proses belajar mengajar serta mendukung pencapaian tujuan dan bertanggung jawab atas keterlibatannya.

Bentuk partisipasi yang nyata yaitu :
Partisipasi uang adalah bentuk partisipasi untuk memperlancar usaha-usaha bagi pencapaian kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan
Partisipasi harta benda adalah partisipasi dalam bentuk menyumbang harta benda, biasanya berupa alat-alat kerja atau perkakas
Partisipasi tenaga adalah partisipasi yang diberikan dalam bentuk tenaga untuk pelaksanaan usaha-usaha yang dapat menunjang keberhasilan suatu program
Partisipasi keterampilan, yaitu memberikan dorongan melalui keterampilan yang dimilikinya kepada anggota masyarakat lain yang membutuhkannya

Partisipasi buah pikiran lebih merupakan partisipasi berupa sumbangan ide, pendapat atau buah pikiran konstruktif, baik untuk menyusun program maupun untuk memperlancar pelaksanaan program dan juga untuk mewujudkannya dengan memberikan pengalaman dan pengetahuan guna mengembangkan kegiatan yang diikutinya.

Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa dalam partisipasi terdapat unsur-unsur sebagai berikut :
Keterlibatan peserta didik dalam segala kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.
Kemauan peserta didik untuk merespon dan berkreasi dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.

Partisipasi siswa dalam pembelajaran sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan demikian tujuan pembelajaran yang sudah direncakan bisa dicapai semaksimal mungkin.

Tidak ada proses belajar tanpa partisipasi dan keaktifan anak didik yang belajar. Setiap anak didik pasti aktif dalam belajar, hanya yang membedakannya adalah kadar/bobot keaktifan anak didik dalam belajar. Ada keaktifan itu dengan kategori rendah, sedang dan tinggi. Disini perlu kreatifitas guru dalam mengajar agar siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Penggunaan strategi dan metode yang tepat akan menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Metode belajar mengajar yang bersifat partisipatoris yang dilakukan guru akan mampu membawa siswa dalam situasi yang lebih kondusif karena siswa lebih berperan serta lebih terbuka dan sensitif dalam kegiatan belajar mengajar.

Hukum Menerangkan Allah dan Agama Allah

Hukum Menerangkan Allah dan Agama Allah
Belajar dan menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi orang islam laki laki maupun orang islam perempuan.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim.

Allah swt berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
Katakanlah: “allah hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)” (Al-A’raf:33)


وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS. An-Nahl (16): 116)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hambaNya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang ‘alim-pun, orang-orang-pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. (HSR. Bukhari no:100, Muslim, dan lainnya)

Imam Ali bin Abil ‘Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata: “Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللهِ

Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (Al-Qashshash:50)” (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal: 393)

Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمُُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Hujuraat: 1)

Orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah orang sesat dan mengajak kepada kesesatan, oleh karena itu dia menanggung dosa-dosa orang-orang yang telah dia sesatkan. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HSR. Muslim no:2674, dari Abu Hurairah)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)

Allah berfirman:

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2:169)
dalil dalil di atas menunjukkan bahwa kita kaum muslim haruslah belajar dan mencari ilmu,terutama ilmu agama.
jangan sampai kita mendahulukan ilmu duniawi dari pada ilmu agama.
dan dalil dalil diatas juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh berbicara menerangkan tentang allah dan agama allah tanpa ilmu.
Semoga artikel Hukum Menerangkan Allah dan Agama Allah ini bermanfaat.

Macam Macam Hadits

ilmu hadits terbagi atas 2bagian:
1. ilmu Hadits Riwayah
2. ilmu Hadits Diroyah
1.a. ilmu hadits Riwayah,ialah: perkataan,perbuatan,ketidak ingkaran dan sifat yang dinukil dari nabi muhammad saw.
ilmu hadits riwayah ada 4 macam:
a.1. hadits Qauli,ialah perkataan nabi saw,seperti:
قال رسول الله صلي الله عليه وسلم انما الاعمال بالنيات
nabi bersabda:sesungguhnya amal amal perbuatan tergantung pada niatnya.
biasanya menggunakan قال  atau يقول
a.2 hadits fi'li ialah perbuatan nabi saw seperti:
كان النبي صلي الله عليه وسلم يصلى قبل الظهر اربعا وبعدها اربعا
ada nabi saw bersembahyang sebelum dhuhur 4 rokaat dan sesudahnya 4 rokaat
biasanya memakai كان
a.3. hadits taqriri ialah ketidak ingkaran nabi saw pada perkataan atau perbuatan shahabat,seperti hadits:
رايت رسول الله صلي الله عليه وسلم يسترني وانا انظر الى الحبشة يلعبون في المسجد
saya melihat rasulullah saw menutupi saya dan saya melihat pada orang orang habasyah yang sedang bermain dimasjid (nabi saw tidak melarang dan tidak menyuruh)
a.4. haduts shifati,ialah sifat sifat nabi saw seperti:
كان اصبر الناس على اقذار الناس
ada nabi saw paling sabarnya manusia dari gangguan manusia.
semoga manfaat.

cara membaca alqadru

baru baru ini saya membuka email saya,dan saya temukan ada beberapa email yang ditujukan kepada saya yang isinya adalah pertanyaan pertanyaan yang mengenai hukum dalam ilmu agama islam.
yang pertama adalah pertanyaan bagaimana caranya membaca alqadru apabila diwaqafkan?
sebenarnya hal ini sudah saya bahas di postingan saya yang berjudul cara waqaf pada kalimat yang sebelum huruf terakhirnya bersukun
dan saya teruskan dengan postingan yang berjudul  para qari' yang bagus cara membacanya

jadi karna saya sudah membahas hal ini,sekarang saya tidak perlu panjang lebar membahasnya lagi,namun saya akan menambahi keterangannya dengan sedikit pengambilan dari jawaban saya.
adapun pengambilannya adalah kitab takhbirut taysir.
mungkin di sebagian daerah kitab ini agak sulit untuk ditemui.
contohnya didaerah saya,saya berkali kali mencari kitab ini namun tidak mendapatinya.
padahal kitab saya yang awal sudah banyak yang robek karna dimakan usia,"maklum kitab tersebut adalah kitab orang tua saya hehehe,,..."
tapi menurut teman saya insya allah di link ini ada http://shamela.ws/index.php/category/128 saya sendiri masih belum nyoba,kalau anda berminat silahkan coba.
kembali kepada pembahasan cara membaca alqadru apabila diwaqafkan,caranya ialah dengan mewaqafkannya dengan waqaf bil isyarah.
para ulama' bersepakat membacanya dengan waqaf bil isyarah dengan isyarah raum.
jadi cara bacanya menjadi alqader.
dan dalilnya ada dikitab attaysir.
bagi anda yang tidak bisa membaca tulisan arab tanpa harokat bisa mendownload kitab terjemah plus contoh cara bacanya para qari' yang bagus cara bacanya dengan mengklik link ini
untuk penjelasan yang lebih banyak,silahkan anda baca postingan cara waqaf pada kalimat yang sebelum huruf terakhirnya bersukun dan para qari' yang bagus cara membacanya
semoga keterangan saya ini bermanfaat.
terima kasih sudah berkunjung.