Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?

Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?
Sebuah pertanyaan yang dilayangkan kepada saya kemaren saat saya membuka email.Saya sempat ternyenyum melihat pertanyaan seperti ini,dan saya kebingungan untuk memosting di Blog Sumber Ilmu ini,karena nanti akan banyak mendapat protes dari kalangan Wahhabiyun,sedangkan di Internet kaum Wahabilah yang lebih dominan daripada kaum Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah)
namun karena sampai 2x kali saya dikirimi pertanyaan yang sama,akhirnya saya coba posting saja,bagaimana jawaban saya mengenai Pertanyaan "Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?"
Pertanyaan: Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Kepada Admin beserta jajaran Admin Blog Sumber Ilmu yang Disayang Allah
Saya mau bertanya mengenai nama,karena di Blog Sumber Ilmu ada penjelasan pentingnya nama yang baik.
dengan nama yang baik dan bagus,maka penyandang nama bisa baik dan bagus juga,namun kenapa,Muhammad bin abdul wahhab tidak bagus,malah menjadi fitnah besar buat islam dan ummat muslim,padahal namanya sangat bagus?
Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan terima kasih banyak.
TTD:
Hamba Tuhan yang sangat Awam.
Jawaban:
Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Terima kasih kembali buat akhi Hamba Tuhan yang sangat Awam.dan saya mohon maaf atas jawaban saya yang sangat lambat ini.saya juga mohon maaf karena tidak bisa banyak memberikan penjelasan beserta dalil-dalil yang sangat shareh dikarenakan keterbatan pengetahuan saya dan keterbatasan referensi yang saya punya.
langsung saja kepada pertanyaan anda "Nama Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah Nama yang Bagus Tapi Mengapa Dia Malah Menjadi Fitnah Buat Islam?"
ada banyak kemungkinan kenapa nama yang baik ternyata tidak membuat si penyandang nama tidak baik seperti namanya,mungkin secara singkat seperti yang anda maksud.
nama yang baik memang tidak bisa menjamin orang itu baik,dan hal itu banyak penyebabnya.
1. nama itu doa.dan doa itu bisa makbul dan bisa mardud.
Mungkin saja orang yang mempunyai nama yang baik namun kenyataannya dia tidak baik dikarenakan,namanya tidak cukup sebagai penopang/pendorong untuk merubahnya menjadi orang yang baik,karena untuk menjadi orang yang baik,kita bukan hanya butuh nama yang baik,namun juga butuh hal hal yang lain.(dalam hal ini akan saya jelaskan dalam kesempatan yang lain).
2. Istitsna'
tiap tiap sesuatu itu biasanya ada Istitsna' (pengecualian)
Istitsna' itu bukan hanya ada dalam ilmu nahwu,ushul fiqih,ushulut tafsir dan ilmu-ilmu islam lainnya,namun juga ada di kehidupan nyata.
3. Ta'bir atau Tamtsil
Contoh atau perumpamaan bahwasanya tidak semua hal yang bagus akan selalu membawa kepada kebagusan,dengan begitu kita kan terus berhati-hati dan akan terus berusaha untuk menjadi baik/bagus.
Contoh Istitsna' dan Ta'bir: Kan'an Putra Nabi Nuh AS.
Mungkin untuk sementara ini,cukup sekian dari saya.semoga penjelasan saya ini bermanfaat.Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Benarkah SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI

Benarkah SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI
Mungkin anda yang suka membaca artikel mengenai agama islam dan mengenai agama-agama selain islam sudah pernah membaca sebuah penjelasan yang menyatakan bahwa Siddhartha Gautama adalah seorang muslim,dan ada pula yang menyetakan bahwa Siddhartha Gautama adalah Nabi Dzulkifli
Banyak bukti yang dinyatakan untuk mendukung kebenaran,bahwa Siddhartha Gautama adalah Nabi Dzulkifli,dan Pemikiran pemikiran serupa semakin banyak dan semakin menyebar.Dalam hal ini,kita sebagai Muslim tidak wajib untuk menyebarkan atau untuk mengimani,namun kalau mengimani nabi-nabi dan utusan-utusan Allah SWT kita sebagai Muslim haruslah mengimaninya.lalu bagaimana mengenai SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI?
Karena terlalu panjang penjelasannya mengenai bukti-bukti yang disampaikan oleh orang yang mempunyai pemikiran bahwasanya SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI.maka saya akan taruh artikelnya disini,dan silahkan anda baca dengan teliti dan silahkan anda pelajari sendiri.
Benarkah SIDDHARTHA GAUTAMA adalah NABI DZULKIFLI
1. Menurut Abu’l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut sebagai Nabi yg mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti “orang yg berasal dari Kifl”.Sedangkan Kifl itu sendiri, masih menurut Kalam Azad, merupakan nama Arab untuk Kapila (singkatan dari Kapilavastu).
2. Buddha Maitreya yang dikenal dalam agama Buddha sebagai “Buddha yang akan datang” menurut beberapa analisa tidak lain adalah Nabi Muhammad saw. Dalam kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76 bisa ditemui: “There will arise in the world a Buddha named Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe“.
SIAPAKAH NABI ZULKIFLI?
Zulkifli bermaksud sanggup menjalankan amanah raja. Menurut cerita, raja di negeri itu sudah lanjut usia dan ingin mengundurkan diri daripada menjadi pemerintah, tetapi beliau tidak mempunyai anak.
Justeru, raja itu berkata di khalayak ramai:”Wahai rakyatku! Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada waktu malam. Selain itu, sentiasa bersabar ketika menghadapi urusan, maka akan aku serahkan kerajaan ini kepadanya.”
Tiada seorang pun menyahut tawaran raja itu. Sekali lagi raja berkata:”Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada malamnya serta sanggup bersabar?”
Sejurus itu, Basyar dengan suara yang lantang menyatakan kesanggupannya. Dengan keberanian dan kesanggupan Basyar melaksanakan amanah itu beliau diberi gelaran Zulkifli.
Baginda juga adalah nabi yang cukup sabar seperti firman Allah, bermaksud:
“Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang sabar dan Kami beri rahmat kepada semua karena mereka orang yang suka bersabar.”
SIAPAKAH SIDDHARTHA GAUTAMA?
Pada akhir abad ketujuh S.M. (tahun 623 S.M.), lahirlah seorang yang bernama Siddhartha Gautama di bandar Kapilavastu/Kapilavathu (Kapil, lidah Arab menyebut Kafil @ Kafli). Siddhartha Gautama merupakan putera kepada Raja Suddhodana dan Permaisuri Maha Maya. Raja Suddhodana dari keturunan suku kaum Sakyas, dari keluarga kesastrian dan memerintah Sakyas berdekatan negeri Nepal. Manakala Permaisuri Maha Maya pula adalah puteri kepada Raja Anjana yang memerintah kaum Koliya di bandar Devadaha.
Sebelum kelahiran Buddha: Permaisuri bermimpi dibawa oleh 4 orang dewa ke sebuah gunung yang tinggi. Kemudian, permaisuri melihat seekor gajah putih yang cantik. Pada belalai gajah itu terdapat sekuntum bunga teratai. Gajah mengelilinginya 3 kali sebelum masuk ke dalam perut permaisuri.
MAKSUD ISTILAH BUDDHA
Dalam agama Buddha, perkataan Buddha bermaksud ‘seorang yang bijaksana’ atau ‘dia yang mendapat petunjuk’. Kadang kala istilah ini digunakan dengan maksud ‘nabi’. Gautama Buddha pernah menceritakan kedatangan seorang Antim Buddha. Perkataan Antim bermaksud ‘yang terakhir’ dan Antim Buddha bermaksud ‘nabi yang terakhir’ (Antim terakhir yang dimaksudkan ialah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir). Pada saat kematian Gautama Buddha, beliau memberitahu perkara ini kepada pengikut setianya bernama Ananda.
Makna “Nabi” dalam bahasa Arab (berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”; karena itu orang ‘yang di tempat tinggi’ dapat melihat tempat yang jauh). Nabi dalam bahasa Arab sinonim dengan kata Buddha sebagaimana yang difahami oleh para penganut Buddha. Sinonimnya pengertian ini dapat diringkaskan sebagai “Seorang yang diberi petunjuk oleh Tuhan sehingga mendapat kebijaksanaan yang tinggi menggunung”.
RINGKASAN KISAH SIDDARTHA GAUTAMA
Kelahiran Bodhisatta (Bodhisattva, bakal Buddha atau bakal mencapai Pencerahan) pada tanggal 623 S.M. pada bulan purnama Vesak. Selepas sahaja Bodhisatta dilahirkan, Permaisuri Maha Maya mangkat selepas tujuh hari melahirkan anak.
Pada hari kelahiran Bodhisatta telah disadari secara ghaib oleh seorang tua yang sedang bertapa di kaki gunung Himalaya yang digelar Asita Bijaksana (nama asalnya Kala Devala). Asita bergegas ke istana pada keesokannya untuk melihat dan menilik putera Raja Suddhodana.
Asita mendapati terdapat 32 tanda utama dan 80 tanda kecil menunjukkan Bodhisatta bakal menjadi Manusia Agung dan Guru Agung kepada manusia dan dewa-dewa (i.e. Jin dan Malaikat, kelemahan umat Hindu dan Buddha ialah tidak dapat bedakan antara Jin dan Malaikat yang keduanya dipanggil DEWA-DEWA).
Asita menangis karena sedih tidak sempat mendengar ucapan dan pengajaran Buddha di masa akan datang, beliau kemudian berlutut tunduk hormat kepada bayi Bodhisatta.
Kenyataan terakhir Asita ialah Bodhisatta hanya akan menjadi salah satu dari dua yaitu sekiranya ia kekal membesar dalam istana dia akan menjadi Maharaja Agung manakala kalau dia berjaya lari dari istana maka dia akan menjadi Mahaguru Agung.
Upacara menamakan putera raja diadakan pada hari kelima selepas Boddhisatta dilahirkan. Pada akhir majlis itu, 108 orang bijaksana memutuskan nama yang sesuai untuk putera raja iaitu SIDDHARTHA GAUTAMA yang membawa maksud ‘Cita-Cita Terkabul’.
Siddhartha kemudian membesar di istana dan belajar kepada seorang guru istana bernama Sirva Mitra. Beliau menjadi pelajar yang luar biasa pintar dan mahir dengan ilmu ketenteraan. Yang menjadi keheranan kepada orang disekeliling dan gurunya ialah sifat Siddharta yang sensitif terhadap penganiayaan hingga tidak ada seorang pun yang beliau lihat menganiaya binatang kecuali mencegahnya serta merta.
Malah beliau sangat bersedih melihat para petani berkerja keras membajak tanah dibawah terik matahari menyebabkannya lari ketempat lain ke sebuah pohon (Tiin-Bodhi) dan duduk di sana secara bertafakur (samadhi) untuk membuang stress.
PERSAMAAN NABI ZULKIFLI DENGAN SIDDARTHA GAUTAMA
Maka berbalik kepada maudhu’ perbahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur’an? Sebenarnya tidak ada kata-kata “Buddha” dalam Al-Qur’an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahawa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur’an dengan Sang Buddha, yaitu pada maksud ayat;
“Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”(At-Tin 95 : 1)
Beliau menjelaskan bahwa buah Zaitun melambangkan Jerusalem, Isa a.s. (Jesus, Kristian). Bukit Sinai melambangkan Musa a.s. dan Yahudi. Kota Mekah pula menunjukkan Islam dan Muhammad SAW. Manakala pohon Tin (fig) pula melambangkan apa?
Tin (fig) = Pohon Bodhi
Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon Bodhi. Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur’an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan Islam meyakini bahawa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.
Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunya Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti “ia yang berasal dari Kifl”. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur’an:
“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.” (Al-Anbiya’ 21: 85).
“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (Shad 38 : 48).
KESIMPULAN
“Kifl” adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad seorang ahli teologi Muslim abad ke-20 turut menekankan bahawa Dhul-Kifl dalam Al-Qur’an boleh jadi adalah Buddha.
Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli a.s. adalah antara nabi yang mempunyai cerita yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini mungkin menjadi faktor kepada sebahagian ulama’ menyamakan watak Dzul-Kifli dalam Al-Qur’an dengan Buddha yang secara kebetulan banyak persamaan sekiranya disuaikan.
Yang menarik perhatian saya ialah mengenai surah at-tin (the fig). Allah berfirman mengenai pokok/buah tin, pokok/buah zaitun, bukit sinai dan kota mekah. Mekah dikaitkan dgn Nabi Muhammad s.a.w., Bukit Sinai dengan Nabi Musa, zaitun dengan Nabi Isa a.s., dan siapa pula dikaitkan dengan buah atau pokok tin?
Dikatakan dalam sejarah bahawa Gautama Buddha duduk bawah pokok tin. Kalau ikut istilah islam, dia dapat wahyu masa duduk bawah pokok tersebut. Ikut tulisan orang Buddhist, dia dapat ilham masa duduk bawah pokok tersebut.
Bila Allah berfirman :“Wattiini wazaitun. watuurisinina wahazal baladil amin.”
Allah menyebut perihal Nabi-Nabi-Nya. Tiin (Nabi Zulkifli-Buddha), Zaitun (Nabi Isa a.s), Siniina- bukit Sinai (Nabi Musa) dan Baladil amin -Tanah yang aman dan selamat (Mekah)- Nabi Muhammad saw. ia ikut urutan, hebatnya Qur’an sebagai kalimat Tuhan susunan sejarah riwayat Nabi-Nya. Mari kita sama-sama fikirkan. HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI.
Sumber Artikel
Komentar Saya pribadi
Sebagai Ummat Islam,saya sangat bangga kepada penulis diatas,dan penjelsan diatas membuat saya semakin yakin dan iman saya terasa semakin mantap,namun saya juga kawatir,postingan/artikel seperti diatas malah membuat pengikuti/pemeluk agama Budha akan marah dan sakit hati,dan bisa saja ummat islam indonesia akan mendapatkan perlakuan yang seperti ummat islam myanmar.menurut saya,artikel seperti diatas lebih baik jangan terlalu dipublikasikan,alangkah baiknya kalau hal seperti diatas cukup diposting di situs yang bersifat pribadi,kecuali yang sudah terjadi sudah seperti sekarang,postingan seperti diatas sudah terlanjur tersebar kemana mana,dan saya sebagai ummat islam memohon maaf kepada pemeluk agama buddha apabila ada artikel-artikel yang menyalahi agama anda,dan saya harap anda tidak marah,tanggapi saja dengan tenang,dan ambil hikmahnya saja,siapa tahu dengan adanya artikel seperti diatas akan membuat anda lebih giat mempelajari agama anda,dan saya sakin,si pembuat artikel diatas tidak ada niat untuk mengexpose agama anda,namun hanya sebagai sarana kajian dan metode untuk menambah pengetahuan dalam agama islam.Sekian dari saya.Mohon Maaf apabila ada yang kurang berkenan.salam damai buat semua pemeluk agama.wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh